b. Sirkulasi
panas
- Hubungi pihak terkait sebelum melakukan sirkulasi panas, yaitu : ITY dan HSE/LK3
- Nyalakan 1 burner tiap-tiap Heater, tahan selama ± ½ jam (atur kenaikan temperature dengan menambah nyala api dan menambah 1 burner 50 ˚C/jam
- Pada temperature COT outlet dapur H-1(101TI129), H-2(101TI139), H-3(101TI145), H 4(101TI155)) 120 ˚C – 150 ˚C, tahan sirkulasi panas 1 ½ jam – 2 jam
- Drain pompa-pompa di area jika ada air, siram parit dengan air mulai dari disamping heater 101 H-2 dengan selang fire
- Naikkkan COT dapur ke temperature 175 ˚C – 200 ˚C dan tahan1 ½ jam – 2 jam, drain pompa-pompa di area kembali jika ada air. Jika 101 P-6 kavitasi atau loss suction, turunkan kembali temperature COT dapur ke 120 ˚C – 100 ˚C. Usahakan pompa 101 P-6 A/B kembal normal dengan menjepit discharge atau mainkan dari control residu. Kalau sudah normal, tahan sebentar dan naikkan kembali ke 200 ˚C
- Apabila press T-1 naik, nyalakan fin fan 101 E-6 A/B/C/D/E/F
- Apabila level 101 D-3 (101LC247) sudah ada, pompakan ke 101 T-3 dengan menggunakan pompa 101 P-2A dijumper ke 101 P-7 B untuk naphtha reflux (101FC033)
- Naikkan temperature COT dapur ke 275 ˚C – 300 ˚C, nyalakan fin fan 101 E-6 A/B/C/D/E/F jika press naik
- Apabila level 101 T-3 (101LC241) sudah ada, pompakan dengan menggunakan 101 P-3 A/B melewati K-4/K-5 untuk membantu kero reflux(101FC027) ke 101 T-1 tapi sebelumnya di block dulu kerangan kero product karena keronya belom on spec
- Apabila temperature top 101 T-1 sudah turun, usahakan 101 P-8 A/B/C beroperasi, atur flownya ± 50 – 65 m3/jam
- Operasikan 101 E-8 dan 101 E-9
- Operasikan 101 E-10 A/B/C, masukkan supply air laut
- Naikkan temperature COT dapur ke 310 ˚C – 330 ˚C atau flashzone (101TI163) 310 ˚C – 320 ˚C
- Masukkan residu ke tangki product, beritahukan ke pihak ITP
- Apabila level 101 D-4 (101LC249) 50%-60%, pompakan dengan 101 P-7A/B untuk reflux 101 T-3. Stop pompa 101 P-2 A tadi yang digunakan untuk membantu naphtha reflux
- Operasikan 101 P-2 B dan masukkan naphtha product ke tangki ITP serta hubungi pihak ITY. Operasikan Injeksi amoniak dan chemical siskem
- Isi air 101 E-5A/B/C dan dan jaga level normalnya
- Apabila level 101 T-2B (101LC240) sudah 50% - 60%, operasikan 101 P-5 A/B atur flow ADO refluxnya (101FC028A) ± 85-95 m3/jam
- Operasikan 101 E-7 A/B (gak pernah diganggu jika stop, jadi 101 E-7 A/B dalam keadaan stand by)
- Operasikan 101 E-4 A/B/C (gak pernah diganggu jika stop, jadi 101 E-4 A/B/C dalam keadaan stand by, airnya pun sudah masuk)
- Jaga press steam 50 (101PI114) psi 5 kg/cm2 atau sesuai yang dibutuhkan untuk steam atomizing. Jika press steam mulai naik, buka stripping steam untuk T-1 (101FC029) 1,5 – 1.8 ton/jam, T-2B (101FC030) dan T-3 (101FC031) 0.10 ton/jam dan jaga press steam tapi drain terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke 101 T-1/T-2B/T-3
- Atur tekanan 101 D-2 (101PC073) (fin fan E-6 A/B/C/D/E/F) dan bukaan control ke flare (101PC076), nyalakan flare
- Jika sudah mulai normal semua refluxnya, buka kerangan kero productnya kembali karena level 101 T-3 bakal penuh kalau 101 P-8 A/B/C atau kero reflux sudah berjalan mulus. Dan kembali ke steam 50 psi, blok kerangan gabungan steam dengan boiler atau buka kerangan steam ke ITP kalau masih takut jika belum yakin berjalan mulus ADO refluxnya, pokoknya diatur steam 50 psi jgn lebih dari 7 kg/cm2
- Naikkan terus temperature flashzone sampai 320 ˚C – 325 ˚C dan antar sample naphtha dan residu, ADO jika 3,0 max serta kero jika sudah 1,0
- Kalau sudah begini, brarti sudah normal. Nah, steam 50 psi nya yg tadi kalau belum dilepas dengan boiler, bisa di lepas deh sekarang dan atur steam 50 psi nya dengan kerangan steam yang ke ITP yg dibuka tadi
- Unit beroperasi dengan normal, ni tinggal nunggu instruksi dari bos. Mau dinaikkan atau di tahan. Kalau dinaikkan, ntar kita bahas di masalah berikutnya. Heheee……
Bersambung.....!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar