knowledge bank
"Bisa karena terbiasa"
Cari Blog Ini
Senin, 21 Februari 2022
Sabtu, 03 Januari 2015
b. Sirkulasi
panas
- Hubungi pihak terkait sebelum melakukan sirkulasi panas, yaitu : ITY dan HSE/LK3
- Nyalakan 1 burner tiap-tiap Heater, tahan selama ± ½ jam (atur kenaikan temperature dengan menambah nyala api dan menambah 1 burner 50 ˚C/jam
- Pada temperature COT outlet dapur H-1(101TI129), H-2(101TI139), H-3(101TI145), H 4(101TI155)) 120 ˚C – 150 ˚C, tahan sirkulasi panas 1 ½ jam – 2 jam
- Drain pompa-pompa di area jika ada air, siram parit dengan air mulai dari disamping heater 101 H-2 dengan selang fire
- Naikkkan COT dapur ke temperature 175 ˚C – 200 ˚C dan tahan1 ½ jam – 2 jam, drain pompa-pompa di area kembali jika ada air. Jika 101 P-6 kavitasi atau loss suction, turunkan kembali temperature COT dapur ke 120 ˚C – 100 ˚C. Usahakan pompa 101 P-6 A/B kembal normal dengan menjepit discharge atau mainkan dari control residu. Kalau sudah normal, tahan sebentar dan naikkan kembali ke 200 ˚C
- Apabila press T-1 naik, nyalakan fin fan 101 E-6 A/B/C/D/E/F
- Apabila level 101 D-3 (101LC247) sudah ada, pompakan ke 101 T-3 dengan menggunakan pompa 101 P-2A dijumper ke 101 P-7 B untuk naphtha reflux (101FC033)
- Naikkan temperature COT dapur ke 275 ˚C – 300 ˚C, nyalakan fin fan 101 E-6 A/B/C/D/E/F jika press naik
- Apabila level 101 T-3 (101LC241) sudah ada, pompakan dengan menggunakan 101 P-3 A/B melewati K-4/K-5 untuk membantu kero reflux(101FC027) ke 101 T-1 tapi sebelumnya di block dulu kerangan kero product karena keronya belom on spec
- Apabila temperature top 101 T-1 sudah turun, usahakan 101 P-8 A/B/C beroperasi, atur flownya ± 50 – 65 m3/jam
- Operasikan 101 E-8 dan 101 E-9
- Operasikan 101 E-10 A/B/C, masukkan supply air laut
- Naikkan temperature COT dapur ke 310 ˚C – 330 ˚C atau flashzone (101TI163) 310 ˚C – 320 ˚C
- Masukkan residu ke tangki product, beritahukan ke pihak ITP
- Apabila level 101 D-4 (101LC249) 50%-60%, pompakan dengan 101 P-7A/B untuk reflux 101 T-3. Stop pompa 101 P-2 A tadi yang digunakan untuk membantu naphtha reflux
- Operasikan 101 P-2 B dan masukkan naphtha product ke tangki ITP serta hubungi pihak ITY. Operasikan Injeksi amoniak dan chemical siskem
- Isi air 101 E-5A/B/C dan dan jaga level normalnya
- Apabila level 101 T-2B (101LC240) sudah 50% - 60%, operasikan 101 P-5 A/B atur flow ADO refluxnya (101FC028A) ± 85-95 m3/jam
- Operasikan 101 E-7 A/B (gak pernah diganggu jika stop, jadi 101 E-7 A/B dalam keadaan stand by)
- Operasikan 101 E-4 A/B/C (gak pernah diganggu jika stop, jadi 101 E-4 A/B/C dalam keadaan stand by, airnya pun sudah masuk)
- Jaga press steam 50 (101PI114) psi 5 kg/cm2 atau sesuai yang dibutuhkan untuk steam atomizing. Jika press steam mulai naik, buka stripping steam untuk T-1 (101FC029) 1,5 – 1.8 ton/jam, T-2B (101FC030) dan T-3 (101FC031) 0.10 ton/jam dan jaga press steam tapi drain terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke 101 T-1/T-2B/T-3
- Atur tekanan 101 D-2 (101PC073) (fin fan E-6 A/B/C/D/E/F) dan bukaan control ke flare (101PC076), nyalakan flare
- Jika sudah mulai normal semua refluxnya, buka kerangan kero productnya kembali karena level 101 T-3 bakal penuh kalau 101 P-8 A/B/C atau kero reflux sudah berjalan mulus. Dan kembali ke steam 50 psi, blok kerangan gabungan steam dengan boiler atau buka kerangan steam ke ITP kalau masih takut jika belum yakin berjalan mulus ADO refluxnya, pokoknya diatur steam 50 psi jgn lebih dari 7 kg/cm2
- Naikkan terus temperature flashzone sampai 320 ˚C – 325 ˚C dan antar sample naphtha dan residu, ADO jika 3,0 max serta kero jika sudah 1,0
- Kalau sudah begini, brarti sudah normal. Nah, steam 50 psi nya yg tadi kalau belum dilepas dengan boiler, bisa di lepas deh sekarang dan atur steam 50 psi nya dengan kerangan steam yang ke ITP yg dibuka tadi
- Unit beroperasi dengan normal, ni tinggal nunggu instruksi dari bos. Mau dinaikkan atau di tahan. Kalau dinaikkan, ntar kita bahas di masalah berikutnya. Heheee……
Bersambung.....!!!!!
Kamis, 01 Januari 2015
Sahabat
Teman Bergaul, Cerminan Diri Anda
Sebenarnya, sangat mudah mengetahui seperti apa cerminan diri Anda. Cukup dengan melihat bersama siapa saja Anda sering bergaul, seperti itulah cerminan diri Anda. Kenyataan ini telah dipaparkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ
Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin [1]
Kalau seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya berjudi, maka kurang lebih dia seperti itu juga. Begitu pula sebaliknya, kalau dia biasa berkumpul dengan orang yang rajin shalat berjamaah, maka kurang lebih dia seperti itu.
Allah Azza wa Jalla menciptakan ruh dan menciptakan sifat-sifat khusus untuk ruh tersebut. Di antara sifat ruh (jiwa) adalah dia tidak mau berkumpul dan bergaul dengan selain jenisnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan hakekat ini dengan bersabda:
الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah) [2]
Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman [3]
Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.
Syaikh 'Abdul Muhsin Al-Qâsim [4] berkata, "Sifat manusia adalah cepat terpengaruh dengan teman pergaulannya. Manusia saja bisa terpengaruh bahkan dengan seekor binatang ternak.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الْفَخْرُ وَالْخُيَلاَءُ فِي الْفَدَّادِينَ أَهْلِ الْوَبَرِ وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ
Kesombongan dan keangkuhan terdapat pada orang-orang yang meninggikan suara di kalangan pengembala onta. Dan ketenangan terdapat pada pengembala kambing [5]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa mengembalakan onta akan berpengaruh akan timbulnya kesombongan dan keangkuhan dan mengembalakan kambing berpengaruh akan timbulnya sifat ketenangan. Jika dengan hewan saja, makhluk yang tidak punya berakal dan kita tidak tahu apa maksud dari suara yang dikeluarkannya, manusia saja bisa terpengaruh .… maka bagaimana pendapat Anda dengan orang yang bisa bicara dengan Anda, paham perkataan Anda, bahkan terkadang membohongi dan mengajak Anda untuk memenuhi hawa nafsunya serta memperdayai Anda dengan syahwat? Bukankan orang itu akan lebih berpengaruh? [6]
Setelah mengetahui betapa pentingnya memilih teman yang baik, di sini akan dipaparkan sifat dan karakter orang yang pantas dijadikan sebagai teman dan sahabat karib. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Berakidah Lurus
Ini menjadi syarat mutlak dalam memilih teman. Dia harus beragama Islam dan berakidah Ahlus sunnah wa -jamâ'ah. Bukankah kita semua tahu kisah kematian Abu Thalib, paman Rasulullah?
Ya, dalam keadaan terbaring dan menghadapi detik-detik kematian, ada tiga orang yang menyertainya. Mereka adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Abu Jahl dan 'Abdullah bin Abi Umayyah, dua orang terakhir ini adalah tokoh kaum kafir Quraisy. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak pamannya dengan berseru, "Paman! Katakanlah lâ ilâha illallâh! Satu kalimat yang akan ku jadikan bahan pembelaan bagimu di hadapan Allah." Dua tokoh kafir itu menimpali, "Abu Thalib! Apakah kamu membenci agama Abdul-Muththalib?"
Tanpa henti, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam "menawarkan" kalimat itu dan sebaliknya mereka berdua juga terus melancarkan pengaruh. Sampai akhirnya Abu Thalib masih enggan mengucapkan lâ ilâha illallâh dan tetap memilih agama Abdul-Muththalib.[7] Ia pun mati dalam kekufuran.
Cobalah lihat buruknya pengaruh orang-orang yang ada di sekitarnya! Padahal Abu Thalib sudah membenarkan ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam hatinya.
2. Bermanhaj Lurus
Ini juga menjadi sifat mutlak yang kedua. Oleh karena itu, Islam melarang berteman dengan ahlul-bid'ah dan ahlul-hawa'. Ibnu 'Abbâs Radhiyallahu anhuma berkata, "Janganlah kalian duduk-duduk bersama dengan ahlulhawa! Sesungguhnya duduk-duduk dengan mereka menimbulkan penyakit dalam hati (yaitu bid'ah )."[8]
3. Taat Beribadah Dan Menjauhi Perbuatan Maksiat
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
Sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Allah, pada waktu pagi dan petang, (yang mereka itu) menginginkan wajah-Nya [al-Kahfi/18: 28]
Dalam menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsîr rahimahullah menyatakan, "Duduklah bersama orang-orang yang mengingat Allâh, yang ber-tahlîl (mengucapkan lâ ilâha illallâh), memuji, ber-tasbiih (mengucapkan subhaanallah), bertakbir (mengucapkan Allâhu akbar) dan memohon pada-Nya di waktu pagi dan petang di antara hamba-hamba Allâh, baik mereka itu orang-orang miskin atau orang-orang kaya, baik mereka itu orang-orang kuat maupun orang-orang yang lemah."
4. Berakhlak Terpuji Dan Bertutur Kata Baik
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaknya [9]
Al-Ahnaf bin Qais rahimahullah berkata, "Kami dulu selalu mengikuti Qais bin 'Ashim. Melalui dirinya, kami belajar kesabaran dan kemurahan hati sebagaimana kami belajar ilmu fikih."[10]
5. Teman Yang Suka Menasehati Dalam Kebaikan
Teman yang baik tentu tidak senang jika kawannya sendiri terjatuh dalam perbuatan dosa. Jika Anda memiliki teman, tetapi tidak pernah menegur dan tidak memperdulikan diri Anda ketika melakukan kesalahan, maka perlu dipertanyakan landasan persahabatan yang mengikat mereka berdua. Ia bukan seorang teman?
Salah satu ciri orang yang tidak rugi sebagaimana disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla pada surat al-'Ashr, mereka saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sampai dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri [11]
6. Zuhud Terhadap Dunia Dan Tidak Berambisi Mengejar Kedudukan
Teman yang baik tentu tidak akan menyibukkan saudaranya dengan hal-hal yang bersifat keduniawian, seperti sibuk membicarakan model-model handphone, mobil mewah keluaran terbaru dan barang-barang konsumtif yang menjadi incaran kaum hedonis.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Bersikaplah zuhud terhadap dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan bersikaplah tidak membutuhkan terhadap apa-apa yang dimiliki manusia, maka manusia akan mencintaimu."[12]
7. Banyak Ilmu Atau Dapat Berbagi Ilmu Dengannya
Tidak salah lagi, berteman dengan orang-orang yang punya dan mengamalkan ilmu agama akan memberi pengaruh positif yang besar pada diri kita.
8. Berpakaian Yang Islami
Teman yang baik selalu memperhatikan pakaiannya, baik dari segi syariat, kebersihan dan kerapiannya. Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah berkata dalam kitab al-Hilyah, "Perhiasan yang tampak menunjukkan kecondongan hati. Orang-orang akan mengklasifikasikan dirimu hanya dengan melihat pakaianmu…Maka pakailah pakaian yang menghiasimu dan tidak menjelekkanmu, dan tidak menjadi bahan celaan dalam pembicaraan orang atau bahan ejekan orang-orang tukang cemooh."[13]
9. Ia Selalu Menjaga Kewibawaan Dan Kehormatan Dirinya Dari Hal-Hal Yang Tidak Layak Menurut Pandangan Masyarakat
Teman yang baik selalu memelihara dirinya dari perkara-perkara tersebut, kendatipun merupakan hal-hal yang diperbolehkan dalam agama, bukan maksiat. Seandainya suatu daerah menganggap bahwa main bola sodok adalah permainan tercela (sebuah aib bagi orang yang ikut bermain), maka tidak sepantasnya bergaul dengan orang-orang yang suka bermain permainan itu.
Betapa indah ucapan Imam Syâfi'i rahimahullah :
لَوْ أَنَّ اْلمَاءَ اْلبَارِدَ يَثْلَمُ مِنْ مُرُوْءَتِيْ شَيْئًا مَا شَرِبْتُ اْلمَاءَ إلاَّ حَارًّا
Seandainya air yang dingin merusak kewibawaanku (kehormatanku), maka saya tidak akan minum air kecuali yang panas saja [14]
10. Sosok Yang Tidak Banyak Bergurau Dan Meninggalkan Hal-Hal Yang Tak Bermanfaat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
Di antara ciri baiknya keislaman seseorang, dia meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat baginya [15]
Memang kelihatannya agak sulit mendapatkan teman ideal sesuai dengan pemaparan di atas. Akan tetapi, dengan idzin Allah Azza wa Jalla kemudian dengan usaha yang kuat serta doa kepada Allah, kita akan mendapatkan orang-orang seperti itu.
Catatan Penting :
Perlu menjadi catatan, melalui keterangan di atas yang menganjurkan mencari teman yang berlatar-belakang baik, bukan berarti kita tidak bergaul dengan orang-orang di sekitar kita. Bukan berarti kita tidak bergaul dengan orang kafir, ahlul-bid'ah, orang-orang fasik dan orang-orang berkarakter buruk lainnya. Akan tetapi, pergaulan dengan mereka mesti dilandasi keinginan dan niat untuk mendakwahi dan memperbaiki mereka.
Dalam masalah ini, kita harus melihat dan mempertimbangkan sisi kemaslahatan (kebaikan) dan madharat (bahaya) yang akan terjadi pada diri kita dan orang orang lain di sekitar kita pada saat kita bergaul dengan mereka. Jika pergaulan kita dengan mereka mendatangkan manfaat yang besar bagi mereka, maka kita boleh bergaul dengan mereka. Begitu pula sebaliknya, jika tidak mendatangkan manfaat tetapi justru mendatangkan bahaya, maka bergaul dengan mereka menjadi perkara larangan.
Simaklah keterangan Syaikh Muhammad al-'Utsaimîn rahimahullah berikut, "Jika di dalam pergaulan dengan orang-orang fasik menjadikan sebab datangnya hidayah baginya, maka tidak mengapa berteman dengannya. Engkau bisa undang dia ke rumahmu, kamu datang ke rumahnya atau kamu jalan-jalan bersamanya, dengan syarat tidak mengotori kehormatan dirimu dalam andangan masyarakat. Betapa banyak orang-orang fasik mendapatkan hidayah dengan berteman dengan orang-orang yang baik."[16]
Di tengah masyarakat, jika Anda tidak memilih teman yang baik, maka tinggal pilih; Andakah yang akan mempengaruhi orang-orang untuk menjadi lebih baik atau Andakah menjadi korban pengaruh buruk lingkungan (kawan-kawan) Ingat! Tidak ada pilihan yang ketiga.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XIII/1431/2010M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. HR al-Bukhâri (al-Adabul -Mufrad no. 239) dan Abu Dâwud no. 4918 (ash-Shahîhah no. 926)
[2]. HR al-Bukhâri no. 3336 dan Muslim no. 6708
[3]. HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)
[4]. Beliau adalah imam Masjid Nabawi dan hakim di Mahkamah Syariah Madinah.
[5]. HR. al-Bukhâri no. 3499 dan Muslim no. 187
[6]. Khuthuwât ila as-Sa'âdah hlm. 141
[7]. Lihat al-Bukhâri no. 1360, Muslim no. 131 dan an-Nasâ'i no.2034
[8]. Asy-Syarî'ah, Imam al-Ajurri hlm. 61 dan al-Ibânah al-Kubrâ, Imam Ibnu Baththah (2/ 438). Nukilan dari Mauqif Ahlis Sunnah wa Jjamâ’ah min Ahlil hawâ' wal Bida', DR. Ibrâhîm ar-Ruhaili (2/535)
[9]. HR Abu Dâwud no. 4682 dan at-Tirmidzi no.1163. (ash-Shahîhah no. 284)
[10]. Al-'Afwu wa al-A'dzâr, Ibni ar-Raqqâm. Nukilan dari Sû'ul Khuluq, Muhammad Ibrâhîm al-Hamd hlm. 134
[11]. HR. al-Bukhâri no. 13, Muslim no. 40 , an-Nasâ'i no. 5031, at-Tirmidzi no. 2515 dan Ibnu Mâjah no. 66
[12]. HR Ibnu Mâjah no. 4102 (ash-Shahîhah no.944)
[13]. At-Ta'lîquts Tsamîn 'ala Syarhi Ibni al'Utsaimîn li Hilyati Thalabil 'Ilmi hlm. 107
[14]. Manâqib asy-Syâfi'I, Imam ar-Râzy hlm. 85. Nukilan Ma'âlim fi Tharîq Thalabil'ilmi hlm. 166
[15]. Hadits shahîh riwayat at-Tirmidzi no. 2317 dan Ibnu Mâjah no. 3976
[16]. At-Ta'lîquts Tsamîn 'ala Syarhi Ibni al'Utsaimîn li Hilyati Thalabil 'Ilmi hlm. 24
Intropeksi Diri
JANGAN MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN
Entah mengapa, ada dari kita yang selalu punya kecenderungan untuk menjadi sosok yang gemar sekali mencari-cari kesalahan orang lain. Lihat saja betapa mudahnya seseorang menuntut dan mengkritik orang lain. Sebenarnya boleh-boleh saja mengkritik teman atau siapa pun, tapi dalam menyampaikan kritik, saran atau sebuah koreksi, sebaiknya kita tetap menghormati orang yang kita kritik. Karena itu dalam menyampaikan informasi yang sifatnya sebuah koreksi, sebaiknya kita menyampaikannya dengan cara yang baik, ramah dan lembut. Dan jangan pernah menyampaikan dengan cara yang langsung menyudutkan dan menyalahkan, tapi kemukakanlah pendapat kita dengan cara yang baik, santun dan bijak.
Berkatalah yang baik atau diam. Ya, kita sebagai manusia memang telah diberikan banyak sekali nikmat oleh Allah SWT termasuk nikmat dapat berbicara. Akan tetapi, banyak yang salah menggunakan nikmat ini. Mereka tidak mengerti bahwa mulut yang telah dikaruniakan oleh-Nya seharusnya dapat dijaga dengan baik dan digunakan hanya untuk kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah, hendaklah ia berkata yang baik atau diam” (Muttafaq ‘Alaihi) Lalu dalam hadist lain disebutkan: “Allah SWT memberi rahmat keapda orang yang berkata baik lalu mendapat keuntungan, atau diam lalu mendapat keselamatan.” (HR. Ibnul Mubarak)
Demikianlah, lidah seseorang itu sangat berbahaya sehingga dapat mendatangkan banyak kesalahan. Imam Ghazali telah menghitung ada 20 bencana karena lidah antara lain berdusta, ghibah (membicarakan orang lain), adu domba, saksi palsu, sumpah palsu, berbicara yang tidak berguna, menertawakan orang lain, menghina orang lain, mencari-cari kesalahan orang lain, dsb.
Dalam mengkritik, kita harus bijak, kita juga harus memusatkan perhatian pada kemampuan orang yang kita kritik. Carilah satu kelebihan dalam diri orang tersebut. Walaupun tampaknya dimata kita kemampuannya kecil/sepele dan kita masih bisa jauh lebih baik dari orang tersebut.Namun, cobalah bertanya pada diri sendiri, bagaimana bila kita berada di posisi orang yang kita kritik, tanpa mempertimbangkan sedikitpun, kebenaran dan kemampuannya?
Kita juga harus memeriksa kembali apa motif kita mengkritik (tanyakan dengan jujur pada diri sendiri). Dan tanyakan juga apa keuntungan yang kita raih setelah mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang lain. Karena, apabila yang namanya kritik itu, hanyalah sebuah upaya untuk menonjolkan konsep tentang diri sendiri. Atau kadang untuk membuktikan bahwa kita lebih pintar dari orang yang kita kritik (yang kita cari-cari kesalahannya, kelemahannya). Jika motif kita seperti itu, maka segeralah berhenti untuk mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang lain. Ketahuilah, tidak ada orang yang luput dari salah dan khilaf, dan begitupun diri kita.
Daripada kita terus menerus menyibukkan dan melelahkan diri kita dengan mengorek-ngorek dan mencari-cari kesalahan dan kelalaian orang lain, yang bisa kita jadikan senjata untuk menyerangnya, bukankah lebih baik kita berpikir positif. Coba tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudah mampukah kita berbuat lebih baik dari orang yang kita kritik atau kita cari-cari kesalahannya? Caranya hanya satu, yakni dengan pembuktian, lakukanlah ”sama persis” ”segala hal” yang dilakukan orang yang kita cari-cari kesalahannya. Kita buktikan pada diri sendiri dan dunia, apakah kita bisa melakukannya sama dengan orang yang kita cari-cari kesalahan/ kekurangannya, atau kita bisa melakukannya lebih baik dari orang tersebut? Semua ini hanya bisa diketahui dengan ”pembuktian”.
Istilahnya, jangan cuma sekedar bisa meng-kritik atau mencari-cari kesalahan orang lain saja, coba lakukan terlebih dahulu, ”semua hal” yang dilakukan orang yang kita kritik atau yang kita cari-cari kesalahannya, kemudian lihat hasil yang kita capai, apakah hasil yang kita capai lebih baik darinya, sama dengannya atau lebih buruk darinya? Mampukah kita berbuat seperti dia, sebaik dia, atau lebih baik dari dia?Dan kalaupun ternyata kita memang mampu berbuat lebih baik daripada orang yang kita cari-cari kesalahannya/kritik, maka bersyukurlah, jangan sampai hal tersebut menjadikan kita ujub dan tidak berarti hal tersebut membolehkan kita meneruskan mencari-cari kesalahan orang lain, perhatikanlah hadits-hadits shahih terkait.
Seorang ahli hikmah berkata, aku tidak pernah menyesali apa yang tidak aku ucapkan, namun aku sering sekali menyesali perkataan yang aku ucapkan. Ketahuilah, lisan yang nista lebih membahayakan pemiliknya daripada membahayakan orang lain yang menjadi korbannya. (mengutip perkataan, Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni. M.A.)
Kita sebagai umat islam tidak berhak untuk mencari-cari kesalahan orang lain lalu menyebarkannya apalagi berusaha mempermalukan orang tersebut didepan umum, dengan menggunakan ilmu/kepandaian kita.
Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Aku peringatkan kepada kalian tentang prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling bohong, dan janganlah kalian berusaha untuk mendapatkan informasi tentang kejelekan dan mencari-carikesalahan orang lain, jangan pula saling dengki, saling benci, saling memusuhi, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (H.R Bukhari, no (6064) dan Muslim, no (2563).
Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujuraat [49] : 12)
Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata Nabi saw: “engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab Nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)
Abdullah bin Umar ra menyampaikan hadits yang sama, ia berkata, ” suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi :”Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari cari aurot mereka. Karena orang yang suka mencari cari aurot saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari cari aurotnya. dan siapa yang dicari cari aurotnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya (HR. At Tirmidzi no. 2032, HR. Ahmad 4/420. 421, 424 dan Abu Dawud no. 4880. hadits shahih) (keterangan: yang dimaksud dengan aurot disini adalah aib/cela atau cacat, kejelekan dan kesalahan. Dilarang mencari cari kejelekan/kesalahan seorang muslim untuk kemudian diungkapkan kepada manusia – tuhfatul Ahwadzi).
Dari hadits di atas dapat digambarkan dengan jelas pada kita betapa besarnya kehormatan seorang muslim. Sampai sampai ketika suatu hari Abdullah bin Umar ra memandang Ka’bah, ia berkata: ” Alangkah agungnya engkau dan besarnya kehormatanmu. Namun seorang mukmin lebih besar lagi kehormatannya disisi Allah darimu. (HR Tirmidzi no. 2032)
Jadi, sebaiknya kita memelihara perkataan dan perbuatan kita, memang tampaknya enak dan menyenangkan mengkritik orang lain, apalagi bila kita bisa menemukan celah dari hasil kitamengorek-ngorek kesalahan orang yang kita kritik, karena hal tersebut bisa kita jadikan senjata untuk melontarkan kritik kita. Tapi sebelum itu semua, cobalah terlebih dulu berusaha menjadi orang yang kita kritik, sangat penting untuk “melakukan sama persis, semua hal yang dilakukan orang yang kita kritik dan yang kita cari-cari kesalahannya” kita buktikan terlebih dahuluhasil pencapaian kita, apakah hasil yang kita capai sebaik dia, lebih baik dari dia, atau lebih buruk dari dia.
Bagi seorang mukmin yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah, wajib mengerti bahwa “perkataan” itu termasuk amalannya yang kelak akan dihisab: amalan baik maupun buruk. Karena pena Ilahi tidak meng-alpakan, tidak pernah lalai ataupun menghapuskan satupun perkataan yang diucapkan manusia. Ia pasti mencatat dan memasukkannya ke dalam buku amal. Ingatlah bahwa semuanya, kelak harus kita pertanggungjawabkan.
Selasa, 23 Desember 2014
Nasehat
NASEHAT BUAT DIRI
Ketika seseorang berusaha menjauhi hidupmu, biarkanlah... Kepergiannya kan membuka peluang
untuk seseorang yang lebih baik masuk dalam hidupmu. Terkadang Masalah adalah sahabat terbaikmu karena masalah kan membuatmu lebih kuat, lebih berhati-hati dan yang terpenting bisa membawamu menempatkan ALLAH SWT di sisi yang terdekat.
untuk seseorang yang lebih baik masuk dalam hidupmu. Terkadang Masalah adalah sahabat terbaikmu karena masalah kan membuatmu lebih kuat, lebih berhati-hati dan yang terpenting bisa membawamu menempatkan ALLAH SWT di sisi yang terdekat.
Meremehkan diri adalah pilihan yang tidak tepat, Jikakamu tidak bahagia dengan hidupmu, perbaikilah yang salah tanpa perlu menyalahkan orang lain, jangan berdiam dan teruslah melangkah.
Jangan membenci orang yang mengatakan buruk dan menjatuhkanmu karena merekalah salah satu penyebab yang membuatmu makin kuat. Perasaan yang paling berbahaya adalah iri, karena iri
melahirkan kebencian, dan kebencianlah yang akan membunuhmu perlahan.
Hidup terlalu singkat untuk menyesal, sadarilah...
Mengeluh tidak menyelesaikan apapun, hanya akan
menambah beban di hati dan menghambat langkahmu
menuju pintu syukur dan bahagia.
Mengeluh tidak menyelesaikan apapun, hanya akan
menambah beban di hati dan menghambat langkahmu
menuju pintu syukur dan bahagia.
Berhenti mengeluh,
berhenti mengeluh...
Bertindaklah...!!!
berhenti mengeluh...
Bertindaklah...!!!
Jangan terlalu besar diri dan bangga dia telahmenyukaimu, hanya karena dia bersikap manis
padamu.Kadang hadirnya menjadikanmu pilihan ketika dia bosan.
padamu.Kadang hadirnya menjadikanmu pilihan ketika dia bosan.
Orang bijak adalah dia yang tahu siapa yang harus dipercaya.......
Orang yang lebih bijak adalah dia yang bisa dipercaya........
Orang yang lebih bijak adalah dia yang bisa dipercaya........
Minggu, 21 Desember 2014
Inspirasi...... Bukan konspirasi
Uang (Money)
Perkenalkan namaku adalah UANG !!!
Orang barat menyebutku MONEY !!!
Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu
merombak tatanan dunia.
Aku juga "bisa" merubah perilaku bahkan sifat manusia,
karena manusia mengidolakan aku.
Banyak orang berubah kepribadiannya, mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku! (parah betul....)
Aku tidak mengerti perbedaan orang shaleh dan bejat,
tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat,
menentukan kaya miskin, terhormat atau terhina.
Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.
Aku juga bukan pihak ketiga, tapi banyak suami istri pisah
gara2 aku. Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.
Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia
menyembah aku seperti Tuhan.
Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku????
Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun,
tapi banyak orang rela mati demi aku.
Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar
resep obat anda, tapi tidak mampu memperpanjang hidup
anda. Kalau suatu hari anda di panggil Tuhan, aku tidak akan
bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa2 anda,
anda harus menghadapi sendiri dengan sang Pencipta lalu
menerima penghakiman-Nya.
Saat itu, Tuhan akan melakukan perhitungan dengan anda,
Apakah selama didup anda menggunakan aku dengan baik, atau sebaliknya menjadikan aku sebagai
TUHAN?
Ini informasi terakhirku : Aku TIDAK ADA DI SURGA!
Jadi jangan cari aku disana ya.
Sabtu, 20 Desember 2014
Menghancurkan Islam
Menghancurkan Islam
SEMANGAT TINGGI PENDETA A.J WENSINCK DALAM MEMPEL
AJARI ISLAM
Islam adalah agama yang paling sempurna, sehingga membuat seluruh agama-agama lain merasa iri ,dengki dan menaruh dendam kesumat terhadap setiap pengikut setianya. Hal ini menyebabkan beragam pihak mulai menguliti ajaran islam guna menjatuhkan wibawanya serta mencari-cari keraguan guna menahan laju manusia yang hendak mendapatkan hidayah.
Namun sebagaimana para penjahat agama itu berusaha mati-matian menjatuhkan wibawa agama ini, namun dengan izin Allah usaha mereka itu justru membawa berkah bagi agama islam itu sendiri. Misalnya mereka membuat buku kamus terjemahan Arab-Perancis sehingga memudahkan para Ulama menerjemahkan Al-Quran ke bahasa mereka. Ada juga yang malah mengumpulkan lafal-lafal hadits sehingga menjadi rujukan para ahli hadits di zaman sekarang padahal tujuan asal mereka adalah untuk mencampur adukkan hadits Rasulullah. Hal ini sebagaimana kata Imam Syafi’i:
”Biarlah mereka mencela-celaku…
sebagaimana gaharu yang semakin di bakar…
justru aroma wanginya menyebar kemana-mana…”
Usaha-usaha yang awalnya dengan niat jahat justru menjadi bumerang atas mereka beribu-ribu kali lipat.
ARENT JOHANNES WENSINCK 1882-1939 M
Seorang Orientalis juga pendeta Belanda yang bekerja sebagai profesor bahasa Arab di Universitas Leiden di Belanda sejak tahun 1972 M. Hingga kematiannya, Ia banyak sekali mengunjungi negeri-negeri islam seperti Mesir, SYiria dan semenanjung Arabia lainnya. Ia banyak menekuni bidang hadits Nabawi, dan mengarang kitab berbahasa Inggris tentang kamus lafal hadits Nabawi yang dia keluarkan dari 14 kitab Sunan dan Sirah, yang kemudian di terjemahkan ke bahasa arab kembali oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi dan dinamakan (مفتاح كنوز السنة) Miftah kunuz As-Sunnah.
Ia sempat menjadi ketua bidang pengetahuan islam tahun 1925 M. yang mana ia terjemahkan karangan dengan tiga bahasa sekaligus sehingga jadilah 4 jilid besar. Ia juga banyak mengarang berbagai tulisan dengan materi yang berbeda-beda. Diantaranya buku berbahasa inggris tentang Islam dan pemeluknya. (Dari kitab الأعلام للزركلي tentang wensinck).
Sebagai seorang Kristen yang anti Islam , ia banyak mencurahkan waktunya untuk mengkaji Islam terutama Hadits guna menjatuhkan dan menghina islam itu sendiri. Itulah sebabnya dia sempat dijatuhkan pekerjaannya di Mesir akibat tulisannya yang secara terbuka menyinggung Umat islam. Sudah tak terbilang lagi berapa banyak pemikirannya yang mengilhami para sekularis dan liberalis negeri ini. Bahkan hal ini sudah masuk secara besar-besaran di berbagai mata kuliah di kampus-kampus berlabel Islam yang sejatinya mencerminkan pola dan akidah barat yang hanya mendewakan akal dan tidak beriman kepada perkara gaib.
Dibalik maksud jahatnya, dia juga mengarang sebuah karya besar yang kemudian justru dipakai kaum muslimin dalam memudahkan pencarian lafal hadits yaitu bukunya :” A Handbook muhammadan Tradition: Alphabetically Arranged” yang setelah di terjemahkan ke bahasa arab menjadi ”Miftah Kunuz As-sunnah ” dan ” al-Mu’jam al-Mufahrass li Alfazh al-Ahadits Al-Nabawi’‘.
Lihatlah bagaimana semangatnya ia menjatuhkan islam. Karangan tebal dan besarnya menjadi bukti betapa bencinya ia terhadap Islam dan betapa semangatnya ia dalam usaha menjatuhkan islam. Namun apa dikata, justru usahanya itu menjadi bala bantuan bagi kaum muslimin. Sehingga benarlah sabda Rasulullah Shalaallhu’alaihiwasallam :
إن الله يؤيد الدين بالرجل الفاجر
”Sesungguhnya terkadang Allah menolong agamanya sebab perbuatan orang yang jahat”. (HR, Bukhari, kitab maghazy : 4204).
Syaikh bin Baz mensyarah hadits ini, dan beliau berkata : ”Hal ini memang sering kali terjadi, misalnya Rasulullah Shalaallahu’alaihiwasallam bersabda tentang satu hal, lantas seorang fasiq berbicara tentangnya, lantas Allah justru menjadikannya bermanfaat bagi kaum muslimin.”.(fatwa Nurun Ala Darb).
Sebagai seorang muslim tentu kita merasa malu apa yang telah kita sumbangkan untuk islam. Bahkan banyak sekarang orang islam yang tak lagi mengenal huruf hijaiyah apalagi bahasa dan sastra arab. Dan orang-orang yang ahli sangat sedikit dan tak didukung umat.
Sehingga menjadi PR besar bagi kita, bagaimana menjadi seorang Muslim yang benar-benar produktif menelurkan berbagai karya-karya besar yang bermanfaat. Terlebih di zaman ini, yang segala faslitas sangat mudah diperoleh, hanya kemauan keras (Willpower: علو الهمة ) dan aksi nyata (Real Action : الجهد الحقيقي) yang akan merubah anda atau anda akan hilang ditelan zaman.
Semoga tulisan ini dapat menjadi pemicu dan pemacu kita dalam belajar serta mengajarkan agama yang hanif ini.
Refrensi :
1. موسوعة المستشرقين للدكتور عبد الرحمن البدوي
2. الأعلام للزركلي
3. فتاوى ابن باز من نور على الدرب
2. الأعلام للزركلي
3. فتاوى ابن باز من نور على الدرب
Ditulis dan di terjemahkan ke bahasa indonesia oleh ustadz Fauzi Rifaldi (Mahasiswa Jurusan Akidah dan dakwah, Islamic Univ. Of Madina KSA.)
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)