TUTORIAL MENJADI PANELMAN
YANG HANDAL DI KILANG SUNGAI PAKNING RU II
CDU pertamina RU II spk merupakan kilang minyak berkapasitas 50 MBSD yang mengolah minyak mentah Sumatra light crude (SLC), lirik crude oil (LCO), lalang crude (LLC), selat panjang crude (SPC) menjadi produk offgas, naphta, kerosene, ADO dan residu. Proses pengolahan minyak mengunakan distilasi dimana pemisahan minyak mentah menjadi fraksi fraksi berdasarkan perbedaan titik didih atau volalitasnya.
Pada prinsipnya, pengolahan minyak
menggunakan peralatan atau equipment yang prosesnya dapat dioperasikan dan
dimonitor dengan alat instrumentasi berupa DCS dan diperlukan operator untuk
menghendel kerja DCS ini. Untuk menjaga pola operasi yang berlangsung atau
mengoperasikan mengunakan DCS, operator (panelman) terlebih dahulu harus
memiliki kemampuan sehingga operasi pengolahan minyak berjalan lancer, handal
dan aman.
Untuk menjadi panelman kilang CDU
SPK yang handal, ada beberapa hal yang harus dimiliki seorang operator, yaitu :
tanggung jawab penuh yang diberikan, penguasaan terori proses operasi,
penguasaan lapangan( baik kerja dan keadaan/kondisi alat ), dan tak kalah
pentingnya pengalaman….
II. Masalah/trouble
dan cara penanganannya
a. Sirkulasi
dingin
- Hubungi pihak terkait sebelum melakukan sirkulasi dingin, yaitu :
- HSE atau pihak fire
- ITP untuk stand by di 101 P-1 A/B bahwa akan dilaksanakan sirkulasi dingin
- Check semua indicator temperature, press, flow dan level yang ada kelainan
- Loop check (tes control) control pass-pass dapur dan control residu (101FC037)
- ESD dalam keadan by pass
- Atur bukan contol 25% - 40% tiap pass untuk 101 H-1 (101FC001/101FC002) / H 2(101FC008/101FC009), kalau untuk 101 H-3 (101FC015/101FC016) / H-4 (101FC 021/101FC022) 15% - 20% dan diatur diatas minimum flow alarm, bisa dilihat di detail alarm
- Hubungi pihak ITP, pompa 101 P-1 A/B bisa dioperasikan dan atur flow feed (101FI050) pada minimum flow atau sekitar 22.000 B/D – 25.000B/D atau 155 m3/jam – 175 m3/jam
- Suruh 1 orang operator area untuk memonitor level 101 T-1 pada level glass dan 1 orang lg di pompa 101 P-6
- Jika operator yang memonitor level 101 T-1 (101LC239) mengatakan bahwa levelnya sudah ada, suruh operator yang menjaga pompa 101 P-6 A/B/C tadi untuk mengoperasikan 101 P-6A/B/C
- Atur hingga sirkulasi berjalan mulus
- Tahan selama 2 jam atau selama kondisi yang diinginkan pengawas jaga
Catatan :
· Jika
pompa 101 P-6 A/B/C tidak ada flow, brarti pompa kavitasi atau ngocok
· Jika
pompa tidak kavitasi atau ngocok sedangkan level 101 T-1 high atau tinggi maka
flow tidak lancar
dikarenakan ada kerangan ke ITP yang tidak terbuka. Informasikan ke pengawas jaga dan hubungi ke
ITP, minta orang ITP untuk stop 101 P-1. Kemudian analisa penyebabnya sebelum dilanjutkan
kembali
To be continue.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar